• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

ADAPTASI VARIETAS UNGGUL BAWANG MERAH

Bawang merah (Allium cepa L.), merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempengaruhi tingkat inflasi perekonomian di Indonesia. Bawang merah telah diusahakan oleh petani sebagai usahatani komersial, namun demikian dengan adanya permintaan dan kebutuhan bawang merah yang terus meningkat setiap tahunnya, belum dapat diikuti oleh peningkatan produksinya. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya keterbatasan dalam hal budidaya, pemupukan, serta penanganan pasca panennya.

Mengingat pentingnya peranan varietas unggul dalam salah satu faktor penentu produktivitas hasil bawang merah, BPTP Papua Barat, pada tahun anggaran 2016 melaksanakan pengujian daya hasil varietas unggul baru (VUB) bawang merah yang dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangtan) Pertanian. Enam varietas unggul (Bauji, Bima Brebes, Mentes, Katumi, Pikatan, dan Trisula) dan satu varietas lokal telah ditanam di Kebun Percobaan (KP) Andai, Manokwari pada akhir bulan April 2016. Lahan yang digunakan dalam penelitian merupakan lahan baru yang dibuka, dengan tipe tanah liat berdebu, dengan derajat kemasaman tanah (pH) berkisar antara 4,2-5,9.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, seluruh varietas unggul yang ditanam di KP Andai ini memiliki pertumbuhan tanaman yang relatif baik, dan telah dipanen pada akhir bulan Juli sampai dengan awal bulan Agustus 2016. Bila dilihat dari potensi hasil dari varietas yang diuji, terdapat tiga varietas unggul yang dinilai mampu beradaptasi pada agroekologi setempat, yaitu varietas Bauji, Bima Brebes, dan Mentes, masing-masing dengan potensi hasil 11,3, 9,8, dan 8,7 ton/ha. Meskipun kajian ini adalah merupakan penelitian tahap awal, diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan bawang merah di Provinsi Papua Barat.