• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Temu Teknis Pengembangan Pertanian Bioindustri

Temu Teknis Model Pengembangan Inovasi Pertanian Bioindustri Spesifik Lokasi. Kegiatan ini dilakukan bersama Kelompok Tani Sumber Harapan di Kampung  Aimasi SP3, Prafi Mulya Kab. Manokwari pada 12 Desember 2019. Temu teknis ini dijadikan forum pertemuan peneliti BPTP Papua Barat dengan penyuluh dan petani kakao untuk mendiseminasikan hasil pengkajian BPTP terkait uji coba model pengembangan bioindustri pada kelompok ini.


Target kegiatan Bioindustri sendiri adalah terciptanya sebuah model kegiatan bioindustri intergrasi tanaman-ternak spesifik lokasi di Papua Barat, dengan menghasilkan 5 inovasi teknologi antara lain: teknologi pembuatan pakan dari limbah kakao, pembuatan bahan organik dari limbah padat ternak dan tanaman, terbuat pupuk cair dari limbah urin ternak, terbuat bubuk coklat dari hasil biji coklat dan terbuat instalasi kandang ternak yang baik.


Dalam kegiatan ini turut hadir Pak Pariman (Penyuluh), Kepala Kampung, dan para petani kakao. Kegiatan temu teknis diisi dengan pemaparan dari Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Apresus Sinaga, SP. M.Sc yang memaparkan tentang aspek budidaya kakao termasuk penjabaran kegiatan yang telah dilakukan yaitu pembuatan bahan organik dari limbah padat maupun cair, dan model instalasi kandang ternak kambing yang disarankan. Selain itu, ada juga pemaparan dari Fadlianto Botutihe, S.TP, M.Si terkait pengolahan dan pembuatan coklat batang dan coklat bubuk dari biji coklat yang dihasilkan oleh petani dengan teknologi sederhana (skala rumahan).


Petani sangat bersemangat mengikuti jalannya acara ini terbukti dari banyaknya pertanyaan dan saran dari peserta acara. Antusiasme mereka sangat tinggi terutama apabila memungkinkan diadakannya pelatihan lanjutan untuk pengolahan biji kakao tersebut hingga mereka mahir dan terampil. Dengan hal ini tentu dapat meningkatkan perekonomian keluarga petani kakao. Ditambah lagi teknologi yang digunakan sederhana sehingga dapat dengan mudah dilakukan

 

Rapat Kerja Perdana Tahun 2020

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksakan rapat perdana mengenai evaluasi kinerja tahun 2019 sekaligus membahas rencana kegiatan/kerja tahun 2020 pada Rabu (08/01/2020).

Acara tersebut diawali dengan pemberian arahan dari Kepala BPTP, Ir. Demas Wamaer, MP secara langsung. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap seluruh staff atas kinerja yang telah dilakukan pada tahun 2019. Beliau juga menambahkan, kinerja tahun 2020 harus lebih baik lagi. Selanjutnya, penjelasan mengenai rencana kerja tahun 2020 disampaikan oleh Dr. Aser Rouw, SP, M.Si selaku Koordinator Program BPTP.

Rapat kerja tersebut membahas mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan dalam kegiatan ditahun 2020. Seluruh pegawai baik fungsional maupun struktural mengikuti rapat hingga selesai. Beberapa peneliti dan penyuluh ditunjuk sebagai penanggungjawab kegiatan tahun ini. Setelah adanya rapat tersebut, penanggunjawab terpilih kegiatan wajib menyusun Rencana RPTP/RDHP/ROPP.

Harapannya program-program Kementerian Pertanian melalui BPTP Papua Barat dapat terdiseminasi dengan baik dan memberikan manfaat bagi petani yang ada di Papua Barat.

BIMTEK Tingkatkan Kapasitas Penyuluh dan Petani

Pembangunan sektor pertanian, masih menjadi skala prioritas yang dikembangkan di Kabupaten Fakfak. Beberapa wilayah mempunyai lahan pertanian yang cukup luas dan potensial untuk dapat dikembangkan dalam penyediaan produk-produk pertanian, seperti: tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan dan tanaman umbi-umbian, termasuk juga peternakan guna mendukung peningkatan ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Beberapa wilayah yang berpotensi untuk pengembangan pertanian adalah Distrik Bomberay dan Distrik Tomage. Namun, dalam pengembangan tersebut terkendala dengan lahan yang bersifat marginal (tanah kering masam). Di sisi lain, wilayah ini memiliki variabilitas iklim yang tinggi dalam skala ruang dan waktu.

Dalam rangka itu, Dinas Pertanian Kabupaten Fakfak bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian – Papua Barat dan Universitas Pattimura (UNPATTI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Pelatihan) “Tata Guna Lahan, Irigasi, Perangkat Uji Tanah, dan Jabatan Fungsional Penyuluh” kepada Penyuluh dan Petani di Distrik Bomberay dan Distrik Tomage. Bimtek (Pelatihan) ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 16 – 19 Desember 2019.

Hadir sebagai narasumber pada Bimtek tersebut adalah 1) Ir. Demas Wamaer, MP (BPTP Papua Barat), 2) Dr. Aser Rouw, SP., MSi. (BPTP Papua Barat), 3) Dr. Ir. Elisabeth Kaya, MP (Unpatti), 4) Ir. Markus Luhukai, MSi. (Unpatti), 5) Subiadi, SP., MSc., 6) Surianto Sipi, SP., dan 7) Muh. Fathul Ulum Ariza, SP., MSi.

Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis tentang penggunaan inovasi teknologi sederhana untuk mengatasi kendala kemasaman tanah, efisiensi penggunaan pupuk, air irigasi dan variabilitas iklim dan peningkatan kapasitas penyuluh kepada Penyuluh dan Petani. Para penyuluh diharapkan akan menjadi pelatih (trainer) bagi petani.

Penulis: Muh. Fathul Ulum Ariza, SP., M.Si

 

 

Penyerahan Bibit Ayam KUB ke Peternak Plasma

Pengembangan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) pola inti plasma menjadi salah satu kegiatan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat. Salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah 'Penyerahan Bibit Ayam KUB, Kandang Ayam, Peralatan Makan-Minum, Pakan dan Obat-obatan' kepada peternak plasma di Kampung Transat, Anday, Manokwari pada Senin (02/12/2019).

Acara penyerahan tersebut dihadiri oleh Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P., Kasubag Tata Usaha, Ida Ruyadi, S.Sos, Penanggungjawab kegiatan, Ir. Alimuddin, MP serta beberapa pegawai BPTP dan peternak plasma. Dalam sambutannya Kepala BPTP berharap dengan diberikannya bibit Ayam KUB, peternak dapat menyebarkan ke peternak yang lain.

Penyerahan ratusan ekor bibit Ayam KUB tersebut merupakan upaya penyebarluasan teknologi unggulan Badan Litbang Pertanian. Dalam rangka menunjang program pemerintah untuk memperbaiki peternakan rakyat diperlukan bibit ayam lokal berkualitas.  Ayam KUB memiliki keunggulan dibandingkan ayam kampung biasa. Selain pertumbuhannya yang jauh lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa, ayam KUB juga dikenal lebih tahan serangan penyakit.

Disisi lain,  Ayam KUB juga mampu bertelur lebih banyak mencapai 160-180 butir/ekor/tahun, memiliki bobot badan umur 20 minggu (±5 bulan) berkisar antara 1.200-1.600 gram, umur awal bertelur lebih awal sekitar 20-22 minggu dengan bobot telur 35-45 gram. Masa mengeram ayam yang berkurang hingga tinggal 10% sehingga ayam cepat bertelur kembali.

Bina Petani Pala Fakfak Hingga Sukses Launching Teknologi

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak sukses menggelar 'Launching Teknologi Pala Fakfak (Myristica argantea Werb)' pada Rabu (27/11/2019) di Gedung Serba Guna Santa Yosef Kabupaten Fakfak.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Fakfak, Ir. Abraham Sopaheluwaka, M.Si. Beliau juga menyampaikan sambutan tertulis dari Gubernur Papua Barat yang mengatakan bahwa tidak satupun negara didunia tanpa inovasi,  dukungan inovsi dapat meningkatkan efesiensi dan efektivitas pembangunan oleh karena itu inovasi mutlak diperlukan untuk menjadi daya saing suatu negara dengan pemerintah mendoronog setiap daerah untuk melakukan inovasi.  Upaya pemerintah diatur  UU 23 tahun 2014 tentang pemerintah No 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah ini menjadi landasan operasional dalam pelaksanaan inovasi daerah.  Peraturan pemerintah mengatur tentang bentuk dan kriteria  pengusulan dan penetapan uji coba, penerapan,penilaian, pemberian penghargaan, diseminasi  pemanfaatan, perencanaan, pembinaan dan pengawasan.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 170 orang diantaranya istri Bupati Fakfak, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Kepala BPTP Papua Barat, Porkopinda Kabupaten Fakfak, Akademisi Universitas Papua, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Adat Papua Barat, Peneliti/Penyuluh BPTP Papua Barat, petani pendamping, kelompok tani dan petani pala.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Ir. Abdul Karim Patamasya, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Dinas Perkebunan sudah melakukan pendekatan serta kerjasama dengan pemerintah  Provinsi Papua  Barat dan Kementerian Pertanian dan juga LSM.  Kerjasama tersebut dalam rangka lebih memperdalam pengkajian/penelitian terhadap Pala Fakfak yang menjadi komoditas unggulan sekaligus sumber mata pencaharian petani. Inovasi-inovasi terkait pengembangan komoditas Pala Fakfak juga sudah dilakukan dan akan terus dikembangkan.

Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. dalam sambutannya mengatakan bahwa Pala Fakfak merupakan salah satu sumber daya genetik lokal unggulan di Papua Barat. Sejak beberapa tahun yang lalu, BPTP juga sudah melakukan pembinaan terhadap petani pala. Kegiatan 'Launching Teknologi Pala Fakfak' merupakan hasil dari inovasi yang selama ini terus dikembangkan. Beliau juga menyampaikan pesan dari Menteri Pertanian, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H. bahwa akan ada beberapa program disemua bidang termasuk dari bidang perkebunan yakni akan ada perbaikan varietas pala.

Penulis: Ir. Halijah